Mengenal Tarian Bali Yang Unik dan Mempesona

4 min read

Tarian Bali

Bali Trilogy – Bali, kamu sudah pernah belum berkunjung ke pulau seribu pura ini? Selain berbagai destinasi wisatanya yang terkenal kemana-mana hingga ke berbagai pelosok nusantara dan manca negara, maka pulau dewata ini memiliki banyak sekali jenis tarian Bali. Ada tari Kecak Bali yang sudah mendunia dan tiap wilayah di Bali memiliki variasi versi tari Kecak nya masing-masing, seperti ada tari Kecak Uluwatu, ada Kecak Denpasar dan lain sebagainya. Tarian Bali yang telah cukup terkenal lainnya dan populer hingga ke seluruh dunia itu ada Tari Pendet dan tari Barong dan lain sebagainya. Banyak sekali jenisnya tarian Bali itu dan masing-masing tariannya indah dan cantik dengan gerakan khas khususnya yang kadang ada gerakan tubuh tertentu nya yang agak sulit kita lakukan tanpa berlatih dulu sebelumnya, bahkan ada yang gerakan khas tarian Bali yang harus kamu latih sejak lama, sejak masih kecil sehingga bisa lentur dan luwes saat melakukannya.

Mengapa di Bali Banyak Sekali Jenis Tarian Bali

Ada sekitar puluhan jenis tarian di Bali itu bahkan lebih, mungkin masih ada beberapa jenis tarian Bali yang belum kita tahu karena jarang dipentaskan dan kurang populer. Kenapa bisa begitu, mungkin kamu punya pertanyaan seperti itu. Kok agak berbeda ya dengan wilayah lain di negara Indonesia atau di negara lain yang jarang memiliki tarian khas daerahnya, ataupun kalau ada maka tidak sebanyak tarian Bali. Hal ini karena mayoritas penduduk Bali itu hingga kini adalah penganut agama Hindu, salah satu bentuk pemujaan dan ibadah dalam agama Hindu itu adalah selain dalam bentuk aneka jenis sesajenan juga adalah dengan tarian. Bahkan Dewa Siwa sebagai salah satu dewa dari ketiga dewa Trimurti dalam agama Hindu, yang terdiri dari Brahma, Wisnu dan Siwa ini pun menari dan memiliki gerakan tarian khas-nya sendiri, dengan mengangkat salah satu kakinya lalu tangan juga ditekuk membentuk sudut mengarah ke atas dengan telapak tangan merapat, dan tangan yang satunya membuka ke arah depan telapaknya seakan memancarkan berkatnya. Perbedaannya tarian Jawa lebih halus melodi dan gerakannya, sedangkan tarian Bali lebih tegas gerakannya dan juga lebih cepat irama gending iringannya, sorot matanya lebih galak dan tegas, pada tarian Jawa lebih menunduk pandangan matanya dan kalem, pandangan mata yang sayu dan anggun, kalau tarian India lebih ceria dan lincah gerakannya, dengan pandangan mata yang cenderung genit dan menggoda, berkesan lebih fun.

Tari Kecak

Tari Kecak adalah tarian yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, dan laki-laki, secara bersama-sama. Biasanya ditarikan sekitar 50 hingga 100 orang laki-laki bertelanjang dada dan mengenakan kain lilit pendek sepaha bermotif kotak-kotak hitam putih mirip papan catur. Tarian kecak ini disebut sebagai tari Shangya, yang merupakan bentuk ibadah, untuk dialog dengan dewa dan dewi yang sering merasuki penarinya dan mengeluarkan suara tertentu atau gerakan yang berbahaya, terkait api pada saat penari kesurupan.  Oleh karenanya tari kecak ini sering juga disebut sebagai fire traditional dance atau tari api. Sedangkan nama Kecak itu berasal dari suara bersahutan para penarinya yang meneriakkan kata cak cak cak sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dan melambai-lambaikan kedua telapak tangannya ke atas. Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bali tanpa menyaksikan tarian kecak, yang terkenal adalah tari Kecak Uluwatu, yang ditarikan di atas tebing Uluwatu tiap sore hari berlatar belakang pemandangan sunset di lautan. Sangat indah sekali dan mempesona. Para penari tersebut berkeliling membentuk lingkaran, dan para penari Ramayana menari di dalam lingkaran tersebut tanpa iringan musik hanya ada gemerincing bel kecil-kecil di kaki dan teriakan penari kecak.

Kecak Uluwatu
Tari Kecak yang biasanya dipentaskan di Panggung Pura Uluwatu saat Matahari Tenggelam

Tari Pendet

Ada lagi tari pendet, yang dilakukan oleh perempuan dengan baju kemben khas Bali dalam warna kombinasi merah dan kuning, dan hiasan bunga di rambut, dengan pose gerakan khas tangan melebar searah bahu dengan siku ditekuk ke arah depan sambil salah satu tangan membawa baki bunga, dan cara jalan melengak lenggok khas, juga gerakan bola mata yang khas, melirik ke arah kanan dan kiri secara tegas yang disebut sebagai nyeledet dan gerakan bola mata memutar namanya ngiler, diiringi dengan gamelan. Tari Pendet ini adalah tari persembahan yang dicipta untuk menyambut kedatangan para dewa dari khayangan, dan sering ditarikan di berbagai pura yang ada di Bali. Kini tarian tertua di Bali ini telah dimodifikasi menjadi tarian penyambutan tamu VIP (Very Important Person) yang datang ke Bali, baik itu di bandara menyambut para pejabat seperti Presiden atau menteri arau di kantor suatu instansi, ataupun penyambutan rombongan turis para wisatawan dari manca negara atau di hotel dan lain sebagainya. Aneka bunga seperti ada bunga melati  mawar, kenanga dan lain sebagainya itu yamg ditaruh di baki perak berhias janur akan ditaburkan ke arah tamu yang disambut kedatangannya dalam tarian Pendet ini. Tari ini telah populer dan mendunia juga dan sering diabadikan ke dalam berbagai lukisan karya para seniman lokal maupun manca negara di Bali.

Tari Pendet
Tari Pendet bisa ditarikan oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja hingga orang tua (sumber: Wikipedia)

Mengenal Tari Barong di Bali

Kemudian ada lagi tari Barong yang di tiap wilayah di Bali memiliki versinya masing-masing, jadi ada banyak sekali jenis tari barong itu di Bali. Tari Barong ini adalah tarian tolak bala, yang bertujuan untuk mengusir dan menakut-nakuti jin jahat pembawa mala petaka, kesialan dan wabah penyakit agar secepatnya pergi dari desa. Tari Barong ini dilakukan oleh laki-laki, biasanya sepasang namun juga ada yang terdiri dari satu orang, yang menggunakan topeng dan baju kostum tertentu. Di Bali ini ada banyak jenis tari Barong sebagai berikut:

Barong Landung

Tari barong Landung ini adalah tari Barong yang dilakukan satuan tidak secara berpasangan, namun dilakukan oleh seorang lelaki bertopeng dan mengenakan kostum khusus, mirip ondel-ondel. Bedanya kalau Ondel-ondel topengnya mirip wajah manusia, maka pada tari Barong Landung ini topengnya menyerupai Prabu Jaya Pangus berwajah seram dan Istrinya Kang Cing Wie yang berwajah cantik. Dalam ajaran Hindu, tarian ini difungsikan untuk upacara Keagamaan. Tari Barong Landung juga mengajarkan ‘Rwa Bhineda‘ yaitu Hal Baik dan Buruk yang saling berdampingan dan saling melengkapi satu sama lainnya.

Tari Barong Landung
Tari Barong Landung yang menggambarkan Baik-Buruk dalam Kehidupan yang selalu berdampingan

Barong Brutuk

Selain itu ada juga Barong Brutuk yang topengnya terbuat dari batok kelapa dan kostum baju dari daun pisang kering atau kerakas sebutannya, yang ditarikan oleh para pemuda yang telah disucikan sambil membawa cambuk, menari keliling pura diiringi gamelan Babonangan atau Balaganjur, sebagai lambang para pengawal Ida Ratu Pancering Jagat yang dipentaskan di Pura Pancering Jagat di Trunyan Kintamani. Suasana Mistis sangat terasa saat tarian ini ditarikan. Dan kalian hanya bisa menyaksikan tarian ini di hari-hari tertentu setiap tahunnya.

Barong Brutuk
Tarian Barong Brutuk yang hanya bisa ditemukan di Desa Trunyan, Kintamani

Barong Kedingling atau Barong Nong nong kling atau Barong Blasblasan

Kemudian ada juga tari Barong Kedingling yang topengnya sedikit berbeda karena menggambarkan tokoh-tokoh Ramayana. Barong ini adanya di Klungkung atau Gianyar atau Bangli.

Barong Ket atau Keket

Lalu ada juga tari Barong Ket. Penari barong Ket atau Keket ini ada dua orang, yakni yang disebut Jero Gede dan Jero Luh. Mereka ini disebut sebagai juru bapang atau juru saluk. Penari pada bagian kepalanya adalah Jero Gede dan yang di bagian ekornya adalah Jero Luh. Barong Ket ini ditarikan bersama dengan Rangda, yakni yang mewakili sosok adhrama, tokoh jahatnya, sedangkan Barong sendiri merupakan sosok dharma, tokoh yang baik. Mereka menari diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.

Tari Barong
Tari Barong yang berfungsi sebagai Hiburan di Desa Batubulan

Pada tiap desa dan wilayah di Bali ini memiliki jenis tari Barong versi masing-masing, dengan perbedaan pada topengnya. Ada yang dinamai sebagai Barong Macan dengan bentuk topeng mirip macan, dan ada Barong Asu, yang topengnya mirip anjing, lalu ada Barong Bangkal yang topengnya mirip babi, kemudian ada Barong Gajah di Tabanan, Gianyar, Badung juga Bangli, lalu ada Barong Naga dengan topeng mirip Naga. Ada tari barong yang difungsikan sebagai Hal yang Sakral, namun ada juga tarian yang difungsikan untuk Hiburan semata. Contohnya Tarian Barong Ket yang ditemukan di Batubulan, difungsikan untuk hiburan. Dan Tarian Barong Bangkal yang ditemukan saat upacara Ngelawang di hari Umanis Galungan dan Umanis Kuningan. Biasanya barong bangkal tersebut ditarikan oleh anak-anak.

Masih banyak lagi tarian Bali yang lainnya ada tari Janger, tari Baris,  tari Puspanjali, tari Wirayudha, tari Legong dan lain sebagainya. Mungkin kita akan bahas di artikel berikutnya.

One Reply to “Mengenal Tarian Bali Yang Unik dan Mempesona”

  1. Liburan ke Bali tanpa lihat Tari Bali yang Eksotik rasanya kurang lengkap. Ternyata ada banyak banget tariannya selain tari pendet sama kecak ya. Thanks infonya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *