Pura Gunung Kawi: Sejarah, Harga Tiket Masuk, Jam Buka

2 min read

Pura Gunung Kawi

Bali Trilogy – Pura atau candi merupakan area sembahyang dan juga wisata yang sangatlah unik dan penting di Bali. Kamu bisa temukan banyak pura tersebar di seluruh bagian pulau Dewata ini, termasuk salah satunya Pura Gunung Kawi. Situs purbakala yang terletak di sungai Pakerisan ini sangatlah unik dan berbeda dari kebanyakan pura lainnya. Dimana kebanyakan pura terbuat dari bata merah atau batu gunung, pura satu ini tidak demikian.

Pura Gunung Kawi sesuai dengan namanya, dibangun dari pahatan dinding tebing batu padas dan terletak di tepi sungai. Sebelum memasuki area pura, kamu bakal dibuai dengan keindahan pepohonan tepi sungai serta riuk air sungai yang dikeramatkan. Setelah itu kamu disambut dengan 315 anak tangga di tepi Sungai Pakerisan yang terbuat dari batu padas di bingkai dinding batu. Pesona Pura Gunung Kawi terletak di dua kompleks candi yang terpisahkan aliran sungai Pakerisan.

Sejarah Pura Gunung Kawi
Sejarah Pura Gunung Kawi yang erat berkaitan dengan Raja Bali Jaman Dahulu

Candi-candi tersebut dibuat dalam dinding batu cadas yang sengaja dipahat melengkung membentuk cekungan untuk melindunginya dari ancaman erosi. Kamu bakal merasa takjub menyaksikan keelokan pahatan semua candi tersebut. Ada empat candi di kompleks candi sebelah Barat sungai beserta dengan kolam pemandian dan pancuran air. Selain itu ada juga ruang pertapaan disebut vihara yang dilengkapi pelataran serta ruang kecil berjendela. Membuat suasana candi terlihat semakin mempesona, apalagi ditambah dengan kilauan sinar matahari yang masuk dari lubang sirkulasi di atap. Ruang kecil dalam vihara tersebut biasa dipakai untuk bermeditasi atau tempat pertemuan pendeta maupun tokoh kerajaan lainnya.

Sementara di kompleks candi kedua yang berada di Timur sungai, terdapat lima candi yang juga tidak kalah menarik. Selain suguhan pemandangan pura yang unik, kamu juga bisa melihat gapura serta tempat pertapaan yang dinamakan Geria Pedanda. Akan tetapi banyak ahli yang menamakannya Makam ke-10 karena tulisan singkat rakryan dalam huruf Kediri. Rakryan kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia mempunyai arti tempat persemayaman perdana menteri atau pejabat tinggi kerajaan.

Sementara di bagian lain, agak jauh ke arah tenggara dari kompleks Candi Gunung Kawi, melewati persawahan yang menghijau, terdapat beberapa ceruk tempat pertapaan dan sebuah vihara yang tampaknya sebagian belum terselesaikan secara sempurna oleh pembuatnya.

Lokasinya sekitar 1 jam dari Denpasar atau sekitar 40 km kalau kamu menggunakan mobil maupun motor.

Sejarah Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi pertama kali ditemukan pada tahun 1920 oleh peneliti asal Belanda. Namun menurut para ahli, pura ini kemungkinan dibangun di masa pemerintahan Raja Udayana sekitar abad 11 Masehi dan selesai pada pemerintahan Anak Wungsu. Raja Udayana yang berasal dari Dinasti Warmadewa menikah dengan putri Jawa bernama Gunapriya Dharmapatni dan memiliki anak Erlangga dan Anak Wungsu.

Erlangga menjadi raja di Jawa Timur, dan Anak Wungsu menjadi raja di Bali meneruskan Raja Udayana. Alasan dugaan pura ini dibangun abad 11 Masehi berdasar pada tulisan huruf Kediri di pintu semu yaitu “haji lumah ing jalu” yang mempunyai pengertian sang raja disemayamkan di Jalu. Kemungkinan raja yang dimaksud dimaksudkan untuk Raja Udayana, sementara jalu adalah taji ayam jantan atau bisa juga bermakna keris pakerisan. Karena itulah sungai yang membelah dua tebing Pura Kawi dikenal dengan nama Sungai Pakerisan.

Harga Tiket Masuk Pura Gunung Kawi

Tiket masuk ke Pura Gunung Kawi dibedakan menjadi dua, yaitu Rp. 30.000 per orang untuk WNI dan Rp. 50.000 per orang untuk WNA. Dengan membayar tiket masuk itu, kamu juga bakal dapatkan selendang dan sarung yang wajib dipakai saat masuk area pura. Tapi jangan lupa mengembalikannya ya sehabis selesai melihat-lihat pura.

Harga Tiket Masuk Pura Gunung Kawi
Harga tiket masuk pura gunung kawi tergolong cukup murah untuk wisatawan

Jam Buka Pura Gunung Kawi

Kamu bisa mengunjungi pura ini setiap hari sejak pukul 08.00 sampai 18.00. Kebanyakan wisatawan bisa melihat-lihat sekeliling area Pura Gunung Kawi sampai 2 jam lebih. Nah, sudah baca kan sejarah serta keindahan yang ditawarkan Pura Gunung Kawi? Kalau penasaran, saksikan saja sendiri dan segera kunjungi pura ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *