Perayaan Hari Raya Galungan, Sisi Unik dari Masyarakat Hindu Bali

2 min read

Hari Raya Galungan dan Kuningan

Bali Trilogy – Hari Raya Galungan merupakan salah satu dari banyak hari raya yang ada di Bali. Hari Raya ini berlangsung selama dua minggu, dan biasanya umat Hindu di Bali melakukan berbagai aktifitas dan persiapan yang dilakukan secara khusus.

Hari Raya Galungan dan Kuningan jatuh setiap 210 hari sekali, atau pada hari Budha Kliwon Dungulan (rabu kliwon wuku dungulan) menurut kalender bali. Pada tahun 2020, Galungan jatuh pada tanggal 19 Februari 2020 dan Kuningan pada tanggal 29 Februari 2020. Secara harfiah, Hari Raya Galungan memiliki makna kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (Keburukan) melalui restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Hari Raya Galungan
Perayaan Hari Raya Galungan di Sebuah Pura di Bali

Arti dan Makna Hari Raya Galungan

Galungan berasal dari bahasa sansekerta dan bahasa jawa kuno yang memiliki arti ‘menang’, sama dengan makna Dungulan. Menurut kitab agama Hindu, selain merayakan kemenangan Dharma, hari galungan juga perayaan hari terciptanya alam semesta dan beserta isinya. Susunan perayaan Galungan meliputi:

  1. Sugihan Jawa

Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba jatuh setiap hari Kamis atau Wraspati Wage Wuku Sungsang menurut kalender Bali. Hari ini difungsikan sebagai pembersihan Alam Semesta atau Bhuana Agung. Pada hari ini, umat Hindu di Bali biasanya menghaturkan Canang pengreresik di Merajan atau Paibon.

  1. Sugihan Bali

Sugihan Bali jatuh keesokan harinya yaitu Jumat atau Sukra Kliwon Wuku Sungsang menurut kalender Bali. Pada sugihan bali difungsikan untuk membersihkan bhuana alit atau mikrokosmos yang merupakan kekuatan dalam diri atau pikiran manusia itu sendiri.

  1. Penyekeban

Penyekeban jatuh pada hari minggu atau redite pahing wuku dungulan menurut kalender bali. Pada hari ini, umat Hindu di Bali Nyekeb atau menyimpan buah-buahan yang akan dijadikan sesajen atau banten pada hari raya galungan nanti.

  1. Penyajan

Jatuh pada hari senin Pon Wuku Dungulan, pada hari ini orang-orang membuat jajan untuk Hari Raya Galungan. Orang yang paham akan yoga dan Samadhi melakukan pemujaan pada hari ini.

  1. Penampahan Galungan

Pada Anggara (Selasa) wage wuku Dungulan ini turunlah sang Butha Amangku Rat. Hari ini dianggap sebagai hari untuk mengalahkan Bhuta Tiga dengan upacara pokok, yaitu dengan membuat banten Biyakala, yang disebut dengan pebiyakala lara melaradan. Makna sebenarnya pada hari ini hendaknya membunuh sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri manusia.

  1. Hari Raya Galungan

Sehari setelah penampahan galungan, atau pada Buda (rabu) Kliwon Dungulan, tibalah Hari Raya Galungan. Pada hari ini umat hindu yang merayakan hari raya Galungan melakukan persembahyangan ke pura.

  1. Hari Raya Umanis Galungan

Jatuh pada hari Kamis Umanis wuku Dungulan,  bermakna untuk mengenang kemenangan Dharma melawan Adharma. Pada hari ini  umat Hindu mengekspresikan kegembiraan dengan mengunjungi sanak saudara atau mengunjungi tempat-tempat hiburan/rekreasi.

Hal Unik Yang Bisa di Temukan Saat Hari Raya Galungan

Jika sedang berlibur di Bali pada saat Hari Raya Galungan, kamu pasti akan banyak menemukan hiasan dipinggir jalan berupa Bambu yang dihias dengan janur lengkap dengan pernak-pernik alam. Di Bali, hal dikenal dengan nama Penjor. Penjor adalah sebuah bambu yang biasanya setinggi kurang lebih 6 sampai 8 meter, dihiasi oleh janur dan hasil bumi seperti padi, daun-daunan, umbi, kelapa, dan buah-buahan.

Makna penjor adalah sebagai bentuk rasa terima kasih atas berkat, kemakmuran dan kesejahteraan yang Beliau berikan. Ada juga yang menyebutkan bahwa penjor berbentuk menyerupai Naga Basuki sang pembawa kesejahteraan.

Untuk yang ingin menikmati suasana unik berhiaskan penjor dan pedesaan yang asri, saya sarankan untuk pergi ke Desa Wisata Penglipuran. Disana, kamu bisa melihat betapa menawannya dan asrinya desa tersebut dan ramahnya masyarakat sekitar.

Hari Raya Galungan dan Kuningan
Suasana Hari Raya Galungan di Desa Penglipuran, Bangli

Momen ini tidak hanya bisa dinikmati oleh Umat Hindu saja, semua masyarakat atau wisatawan sekalipun bisa menikmatinya. Ada beberapa contoh kalimat Ucapan selamat hari raya galungan seperti:

“Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan, Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa state Ngicenin Kerahayuan Sareng Sami”

yang berarti

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, Semoga Ida Sang Hyang Widi Wasa memberikan Kesejahteraan untuk Kita Semua”.

Masih banyak lagi contoh Ucapan Hari Raya Galungan lan Kuningan yang bervariasi. Ucapan tersebut bisa kamu berikan ke teman atau saudaramu yang beragama Hindu, selain mempererat persaudaraan, hal tersebut juga menunjukan betapa indahnya perbedaan yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *